Yang Hilang Tidak Tercatat
Saat itu, tidak ada yang terasa berbeda. Manusia-manusia penggapai mimpi beraktivitas sebagaimana biasanya, hidup menjalankan aturan dengan pengharapan hidup layak. Pengharapan yang datang bukan hanya dari keinginan sendiri, namun bahkan menjadi tolak ukur pengubah nasib kelompoknya.
Hidup luntang-lanting menjalani syarat mimpi yang diciptakan kelompok tinggi. Menanti musim-musim yang harus dilewati sebelum seseorang dianggap pantas tiba. Ya, untuk dianggap sebagai seseorang itu memang banyak yang akan diperhitungkan dan korbankan. Semua manusia sepatutnya merasakan itu, bukan?
Namun, tidak semua yang dilewati dalam perjalanan itu pernah benar-benar dihitung. Ada yang hilang, senyap, tanpa pernah dicatat. Tergeser pelan oleh arus yang sempat dipilih, jejaknya luruh dari daftar yang terus diperbarui, menyisakan sunyi yang tak pernah dianggap ada.
Penulis: Machaa
Editor: Dipsi
MUNGKIN KAMU SUKA
UKT MELANGIT CIPTAKAN POLEMIK DIJAJARAN MAHASISWA, KEMENDIKBUD ARAHKAN “PENINJAUAN” INI KEPADA MAHASISWA BARU
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan peraturan baru yaitu Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (PERMENDIKBUD) Nomor 2 Tahun 2024, yang dimana telah menciptakan polemik…
SUARA MAHASISWA FISIP UNTAD: TANTANGAN KUALITAS FASILITAS RUANG PERKULIAHAN DAN KEBERSIHAN KAMPUS
[LPM NASIONAL] Kampus adalah area perkuliahan yang dimiliki oleh perguruan tinggi sebagai tempat kegiatan belajar mengajar dan kegiatan administrasi. Kualitas belajar mengajar di…
Apakah Semangat Kartini Masih Disalahpahami?
Setiap 21 april kita selalu menggaungkan hari Ibu Kartini dengan berbagai perayaan lomba unggahan bertema perempuan hingga ucapan inspiratif di media sosial. Namun,…
LPM NASIONAL FISIP UNTAD