Yang Hilang Tidak Tercatat
Saat itu, tidak ada yang terasa berbeda. Manusia-manusia penggapai mimpi beraktivitas sebagaimana biasanya, hidup menjalankan aturan dengan pengharapan hidup layak. Pengharapan yang datang bukan hanya dari keinginan sendiri, namun bahkan menjadi tolak ukur pengubah nasib kelompoknya.
Hidup luntang-lanting menjalani syarat mimpi yang diciptakan kelompok tinggi. Menanti musim-musim yang harus dilewati sebelum seseorang dianggap pantas tiba. Ya, untuk dianggap sebagai seseorang itu memang banyak yang akan diperhitungkan dan korbankan. Semua manusia sepatutnya merasakan itu, bukan?
Namun, tidak semua yang dilewati dalam perjalanan itu pernah benar-benar dihitung. Ada yang hilang, senyap, tanpa pernah dicatat. Tergeser pelan oleh arus yang sempat dipilih, jejaknya luruh dari daftar yang terus diperbarui, menyisakan sunyi yang tak pernah dianggap ada.
Penulis: Machaa
Editor: Dipsi
MUNGKIN KAMU SUKA
PEMERINTAHAN BARU TELAH BERJALAN: KEBEBASAN PERS MASIH TERANCAM?
Admin 1 tahun yang lalu
Nyata Atau Ilusi, Masyarakat Menjadi Penentu Demokrasi
LPM Nasional - Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMASOS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad) menyelenggarakan seminar nasional "Let's Talk About Homeland" dengan…
TRUMP TARIK AS DARI WHO: INDONESIA PERLU WASPADA?
Admin 1 tahun yang lalu
LPM NASIONAL FISIP UNTAD