Suarakan Keresahan Mahasiswa Terhadap WFH, HIMAP Adakan Diskusi Umum
Palu - Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (UNTAD) telah mengadakan Kegiatan Pojok Aman HIMAP dengan tema "Kuliah 4 Hari Bayar Tetap Full : Menakar Nilai Ekonomi dan Kualitas Pendidikan Pasca Kebijakan Efesiensi dalam Penerapan WFH? " pada Senin, (04/05) dan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. Suryadi hadi, S.E., M. Log.,CHLT, Dr. Mohammad Irfan Mufti, M.Si., dan Richard Fernandez Labiro, S. IP., M. A. P.
Penentuan tema berangkat dari keresahan mahasiswa melalui pengadvokasian pelaporan permasalahan terkait adanya WFH (Work From Home), yang dianggap banyak mendatangkan kerugian di kalangan mahasiswa. Misalnya, kurangnya pembelajaran yang sistematis pada hari WFH, karena hanya melalui zoom. Akibatnya, mahasiswa bahkan hanya mengikuti pembelajaran yang singkat. Pernyataan ini disampaiakan oleh Koordinator Riset dan Advokasi HIMAP FISIP UNTAD selaku pelaksana kegiatan tersebut.
"Kenapa saya mengambil tema ini, beranjak dari keresahan teman-teman mahasiswa, kemudian membuka ruang diskusi mengenai kebijakannya dan dampak ke ekonomi. Kemudian, setelah melakukan ruang diskusi terbuka ini diharapkan pihak kampus ataupun bidang akademik bisa merespon keresahan mahasiswa yang menjalani kebijakan WFH, " ujar Wulandari selaku Koordinator Riset dan Advokasi HIMAP FISIP-UNTAD.
Diskusi akademik tersebut menyoroti urgensi evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan kerja fleksibel (WFH) dan digitalisasi layanan kampus, seperti aplikasi SIGA dan Click FISIP. Meskipun bertujuan meningkatkan efisiensi anggaran dan memudahkan akses layanan, implementasi sistem digital saat ini masih menghadapi kendala serius, mulai dari infrastruktur cloud yang terbatas, prosedur pengadaan barang yang rumit, hingga beban kerja operator (admin) yang berlebihan. Para narasumber menekankan bahwa transformasi digital harus dibarengi dengan sinkronisasi data yang terintegrasi, jaminan keamanan data, serta aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Selain itu, diperlukan kesadaran kolektif antara dosen dan mahasiswa agar perkuliahan daring tetap efektif dan tidak sekadar menjadi formalitas administratif yang mengabaikan kualitas mutu pendidikan.
Penulis: Dipsi
Editor: Dipsi
Reporter: Nyxara
Baca tulisan lainnya: Hari Pendidikan Nasional: Apakah Kampus Masih Menjadi Ruang Kritis?
MUNGKIN KAMU SUKA
Di Balik Tulisan, Ada Risiko Yang Tak Selalu Terlihat
Hari Kebebasan Pers Sedunia bukan hanya soal kebebasan menulis, tapi juga tentang keberanian menyampaikan fakta di tengah banyaknya tekanan. Di balik sebuah berita,…
UKOF UNIVERSITAS TADULAKO GELAR LOMBA FUTSAL CHAMPION LEAGUE 2024
Unit Kegiatan Olahraga Fisip (UKOF) Universitas Tadulako (Untad) melaksanakan Lomba Futsal Champion League (FCL) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di gedung Gelora Bumi Kaktus Andiraga Petalolo.…
Aksi Demo Bukan Tempat Pamer Inteligensi
Mahasiswa kadang suka lupa ketika situasi sudah ditangan mereka dan ketika permintaan sudah dipenuhkan. Bahwa tujuan awal mereka berdiri untuk mendemonstrasikan hak rakyat, bukan justru…
LPM NASIONAL FISIP UNTAD