Di Balik Tulisan, Ada Risiko Yang Tak Selalu Terlihat
Hari Kebebasan Pers Sedunia bukan hanya soal kebebasan menulis, tapi juga tentang keberanian menyampaikan fakta di tengah banyaknya tekanan. Di balik sebuah berita, opini, dan tulisan yang dibaca publik, ada proses panjang yang tidak selalu mudah.
Pers mahasiswa hadir bukan hanya untuk meliput kegiatan kampus, tetapi juga menjadi ruang bagi suara mahasiswa yang seringkali tidak didengar. Kritik yang ditulis bukan untuk menjatuhkan, melainkan bentuk kepedulian terhadap lingkungan kampus itu sendiri.
Namun, kenyataannya menyampaikan kebenaran kadang memiliki risiko. Mulai dari tekanan, komentar negatif, hingga anggapan bahwa tulisan kritis adalah ancaman. Padahal, pers yang sehat justru menjadi tanda bahwa ruang demokrasi masih hidup.
Hari ini menjadi pengingat bahwa suara pers tidak boleh dipatahkan. Karena selama masih ada hal yang perlu diperjuangkan dan disampaikan, pers akan selalu punya alasan untuk tetap berdiri dan bersuara.
Penulis: Nyxara
Editor: Dipsi
Baca tulisan lainnya: Hari Pendidikan Nasional: Apakah Kampus Masih Menjadi Ruang Kritis?
MUNGKIN KAMU SUKA
Etika Jabatan: Bukan Sekadar Maaf, Tapi Introspeksi
Insiden seorang pejabat yang melontarkan ucapan merendahkan terhadap jurnalis adalah cermin retaknya etika komunikasi birokrasi kita. Terlepas dari unsur kesengajaan atau…
Perubahan Aturan Seleksi Masuk PTN 2023
Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) mengubah aturan…
Memperoleh 839 Suara, Paslon 02 Resmi Terpilih Sebagai Ketua Dan Wakil BEM FISIP 2026
PALU - Selasa, (28/04), pasangan calon nomor urut 02, Miftahul Fath-Imelda Padati resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)…
LPM NASIONAL FISIP UNTAD