SIMPOSIUM HIV/AIDS ELSAM UNTAD DORONG KESADARAN DAN PENGHAPUSAN STIGMA TERHADAP ODHA

Admin - UNTAD • UMUM
SIMPOSIUM HIV/AIDS ELSAM UNTAD DORONG KESADARAN DAN PENGHAPUSAN STIGMA TERHADAP ODHA

PALU – Lembaga Studi Advokasi Mahasiswa (eLSAM) Universitas Tadulako (Untad)menggelar Simposium Edukasi HIV/AIDS dalam Bingkai Sinergitas Lintas Sektor sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong keberanian melakukan tes HIV, dan menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) melalui kolaborasi lintas sektor di Conference Room Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untad pada Senin, (8/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Membangun Kesadaran, Menguatkan Keberanian Tes, dan Menghapus Stigma Menuju Generasi Peduli HIV/AIDS" tersebut menghadirkan Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin,S.E., M.A.P., sekaligus KepalaDinas Kesehatan KotaPalu dr.Rochmat Jasin Moenawar, dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untad Dr. Rusmawaty Bte. Rusdin, S.Sos., M.A. sebagai narasumber. Simposium ini turut dihadiri mahasiswa dari berbagai fakultas, dan perwakilan lembaga kemahasiswaan di lingkungan Untad.

Ketua eLSAM Untad, Abdul Basit Noho, mengatakan bahwa penyelenggaraan simposium tersebut dilatarbelakangi oleh masih tingginya perhatian terhadap kasus HIV/AIDS di Sulawesi Tengah. Menurutnya, edukasi yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mengurangi stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)."ODHA tidak seharusnya mendapatkan diskriminasi ataupun dikucilkan dari lingkungan sosial. Oleh karena itu, edukasi mengenai HIV/AIDS sangat penting, baik terkait cara penularan, pencegahan, maupun bagaimana masyarakat memperlakukan ODHA dengan baik," ujarnya.

Dalam simposium tersebut, para narasumber menyoroti pentingnya peningkatankesadaran masyarakat terhadap HIV/AIDS melalui edukasi yang berkelanjutan. Selainmembahas upaya pencegahan dan deteksi dini, diskusi juga menekankan pentingnya menghapus stigma dan diskriminasi yang masih kerap dialami oleh Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, Febriansyah menilai bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam upaya pencegahan penyebaran HIV/AIDS.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu memahami informasi yang benar mengenai HIV/AIDS, tetapi juga harus aktif menyuarakan pentingnya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat, pemerintah, maupun sesama mahasiswa. "Dengan meningkatnya kesadaran dan pengetahuan, diharapkan kasus-kasus baru HIV/AIDS dapat ditekan dan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS juga dapatberkurang," katanya.

Melalui penyelenggaraan simposium ini, eLSAM Untad berharap dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai HIV/AIDS sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang lebih peduli, inklusif, dan berperan aktif dalam upaya pencegahan HIV/AIDS serta penghapusan stigma terhadap ODHA di Sulawesi Tengah.

Penulis: Ma'mun Khomaini

Editor: Sasa

Baca tulisan lainnya: Kolaborasi LPM Nasional Dan Qalamun Gelar Diskusi Kritis Film "Pesta Babi" Di Palu

Admin - UNTAD • UMUM Kamis, 11 Jun 2026 - 11:42 am

MUNGKIN KAMU SUKA

Ayat Ayat Kiri

Ideologi kiri selalu berpihak kepada rakyat

Bukan kepada elite oligarki kapitalis

Sudah berapa banyak suara rakyat yang sudah kau bungkam wahai tuan?

 

Ketika muda…

Admin 3 tahun yang lalu
SUKSES MENGGELAR HIMAP TALK, HIMAP FISIP MENGENALKAN BLUE ECONOMY: STRATEGI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Pada Selasa, 26 November 2024 Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMAP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad) berhasil menggelar kegiatan Himap Talk…

Admin 1 tahun yang lalu