REFLEKSI SUMPAH PEMUDA : BEM UNTAD ADAKAN MIMBAR BEBAS
Dalam upaya menyalurkan aspirasi dan membuka ruang diskusi bagi mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Tadulako (BEM UNTAD) mengadakan kegiatan Mimbar Bebas. Acara ini diprakarsai oleh Kementerian Advokasi BEM UNTAD sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi terkait berbagai isu sebagai refleksi hari Sumpah Pemuda.
Irvan Selaku Presiden Mahasiswa (Presma) UNTAD, Yang merupakan mahasiswa S1 Teknik Sipil, menyampaikan bahwa kegiatan ini berawal dari diskusi bersama mahasiswa dalam acara nonton bareng film “Pesta Oligarki” Diskusi tersebut menyinggung berbagai topik yang menjadi perhatian mahasiswa, termasuk persoalan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan berbagai isu lainnya. “Tujuan kami adalah menyampaikan kepada pemuda bahwa suara kita masih ada. Kita buka forum ini untuk mengangkat semua isu, baik yang bersifat internal kampus maupun eksternal,” jelas Irvan.
Acara ini dihadiri oleh beberapa mahasiswa yang hadir untuk menyampaikan keresahan dan harapan mereka terkait berbagai permasalahan kampus. Beberapa isu, seperti kebijakan PTN-BH, menimbulkan pandangan beragam di kalangan mahasiswa. Sebagian mahasiswa mengkritik kebijakan ini karena dianggap memberikan beban yang berat dan di lain sisi ada pula yang mendukung.
Isu kenaikan UKT menjadi topik yang cukup hangat dibahas dalam forum ini. Irvan menegaskan bahwa BEM UNTAD akan terus mengawal kebijakan ini untuk memastikan kenaikan UKT tidak merugikan mahasiswa. “Kita akan kembali turun mengadvokasikan isu kenaikan UKT agar kenaikan tersebut dapat dicegah mulai dari sekarang,” ujarnya.
Kegiatan mimbar bebas ini diwarnai dengan aksi-aksi seperti pembacaan puisi dan orasi, Dimana menunjukkan semangat kritis mahasiswa UNTAD. Walaupun jumlah peserta yang hadir masih terbilang sedikit dibandingkan dengan total jumlah mahasiswa UNTAD yang mencapai lebih dari 53.000, Irvan menilai bahwa kegiatan ini telah menunjukkan adanya minat mahasiswa dalam menyuarakan pandangan mereka.
Menurut Irvan, urgensi dari kegiatan ini terletak pada pentingnya kampanye-kampanye terkait isu kampus, PTN-BH, dan kebijakan UKT, yang hanya bisa terwujud melalui forum diskusi seperti mimbar bebas. “Kita perlu forum seperti ini untuk membedah isu-isu yang perlu kita pelajari dan kampanyekan bersama. Harapannya, pada kegiatan berikutnya, lebih banyak mahasiswa dapat hadir dan berpartisipasi,” tambahnya.
Kegiatan mimbar bebas ini diharapkan menjadi langkah awal yang akan terus berlanjut dan konsisten diadakan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, berbagi keresahan, dan menyusun langkah advokasi bersama.
Penulis : Ara
Reporter : Al & Sahra
MUNGKIN KAMU SUKA
Keistimewaan Lailatul Qadar Dan Amalan Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan
Pada sepuluh hari terakhir bulan suci ramadhan, LPM Nasional secara ekslusif bertemu Prof Khairil dalam wawancara tentang keistimewaan Lailatul Qadar. Terdapat keistimewaan dalam sepuluh malam…
UKOF UNTAD RAIH JUARA LIGA FUTSAL MAHASISWA SE- SULAWESI TENGAH
Unit Kegiatan Olahraga Fisip (UKOF) Universitas Tadulako (Untad) berhasil memenangkan Liga Futsal Mahasiswa se-Sulawesi Tengah yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Olahraga Mahasiswa (UKOM) Fakultas Hukum…
PAHLAWAN DI TENGAH DEMO: TAK BERTERIAK, TAPI BERTINDAK
LPM NASIONAL FISIP 1 tahun yang lalu
LPM NASIONAL FISIP UNTAD