Mimbar Bebas "September Gelap" Sepi Peserta, Ketua BEM FISIP Sebut Daya Kritis Mahasiswa Menurun

LPM NASIONAL FISIP - FISIP • UNTAD
Mimbar Bebas

Palu – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad) menggelar mimbar bebas bertema “September Gelap” di FISIP Park, Jum’at (12/9), pukul 16.00 WITA. Meski diharapkan menjadi ruang demokrasi mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi, kegiatan ini justru tampak sepi. Jumlah peserta yang hadir bahkan bisa dihitung jari. Koordinator lapangan, Ikhtiar, menilai kondisi ini mencerminkan kurangnya kepedulian mahasiswa terhadap situasi bangsa.

“Saya melihat kesadaran kawan-kawan masih kurang. Ini adalah bentuk ketidakpekaan dalam melihat situasi di Indonesia saat ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa minimnya peserta bukan karena faktor lokasi atau waktu, melainkan rendahnya kesadaran mahasiswa, mengingat bahwa kegiatan dilaksanakan di lingkungan kampus dan mahasiswa masih banyak yang berlalu-lalang di sekitar kegiatan.

Ketua Umum BEM FISIP Untad, Ahmad Fahrozi, menambahkan bahwa tema “September Gelap” diangkat untuk mengingatkan mahasiswa pada kasus-kasus pelanggaran HAM yang belum terselesaikan, seperti penculikan aktivis dan peristiwa kelam masa lalu. Ia menegaskan bahwa minimnya peserta dalam mimbar bebas kali ini tidak menyurutkan semangat penyelenggara. Ia menyebut, berapapun jumlah yang hadir tetap menjadi bukti adanya mahasiswa yang peduli dan mau menyuarakan keresahan bangsa. Namun, Fahrozi juga mengakui kondisi ini mencerminkan menurunnya tingkat kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Indonesia saat ini.

“Berapapun yang hadir, mereka adalah orang-orang yang masih mau menyuarakan keresahan. Tapi memang kondisi ini menunjukkan menurunnya tingkat kritis mahasiswa terhadap masalah yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Meski begitu, pihak BEM FISIP Untad tetap berkomitmen untuk melanjutkan agenda serupa sebagai strategi membangkitkan kembali kesadaran kritis mahasiswa.

“Kalau mimbar bebas kurang efektif, kami akan mencoba langkah lain, seperti dialog publik agar mahasiswa lebih melek dengan isu-isu yang terjadi,” tambah Fahrozi.

Minimnya kehadiran peserta pada mimbar bebas kali ini menjadi catatan penting bagi penyelenggara. Harapannya, mahasiswa FISIP Untad di masa mendatang dapat lebih aktif dan peduli terhadap isu-isu kebangsaan sehingga ruang demokrasi di kampus tidak semakin sepi.

Penulis: Dilayaa

 

LPM NASIONAL FISIP - FISIP • UNTAD Sabtu, 13 Sep 2025 - 12:21 am

MUNGKIN KAMU SUKA

MENGUPAYAKAN KESEJAHTERAAN BERSAMA: PENINGKATAN KEBERSIHAN KANTIN DALAM LINGKUNGAN KAMPUS

[LPM NASIONAL] Kantin merupakan salah satu area vital yang disediakan oleh kampus guna memberikan pelayanan kepada mahasiswa, dosen maupun masyarakat kampus…

LPM NASIONAL FISIP 2 tahun yang lalu
PMF LEGISLATIF ATAU EKSEKUTIF?

(06/09/2023) Parlemen Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (PMF) merupakan lembaga mahasiswa yang bergerak…

LPM NASIONAL FISIP 3 tahun yang lalu
Dosen Yang Suka Pindah-Pindah Jadwal Kuliah

Di dunia perkuliahan tentu saja ada yang namanya mata kuliah yang harus diprogram oleh mahasiswa dalam setiap semester. Setiap mata kuliah memiliki…

LPM NASIONAL FISIP 3 tahun yang lalu