Mahasiswa Dan Masyarakat Kota Palu Kembali Tolak Kenaikan Harga BBM
Mahasiswa dan masyarakat Kota Palu kembali melakukan aksi tolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Selasa, 27 September 2022 di depan Gedung DPRD Sulawesi Tengah.
Sempat terjadi penahanan terhadap massa aksi di depan gerbang Universitas Tadulako oleh pihak kepolisian. Sebagai ancaman, massa aksi memberhentikan dua mobil truk dan akan diperbolehkan lewat ketika massa aksi juga dibebaskan dari penahanan yang akan melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Sulteng.
Aksi diwarnai dengan pembakaran ban di depan Universitas Tadulako dan di depan Gedung DPRD, massa aksi berjumlah kurang dari 900 orang yang terdiri dari aliansi mahasiswa se-Kota Palu dan masyarakat yang diamankan oleh 450 personil kepolisian.
Seruan aksi kali ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dari aksi sebelumnya yang dilakukan pada tanggal 12 September 2022 lalu, menuntut pernyataan sikap oleh pihak DPRD Sulteng terkait sembilan tuntutan diaksi sebelumnya.
Sempat terjadi kericuhan setelah kurang lebih satu jam massa aksi di depan gedung DPRD Sulteng, personil kepolisian dan massa aksi sempat melakukan sentuhan fisik, Korlap menegaskan kepada massa aksi untuk tetap tenang dan juga kepada pihak kepolisian untuk tidak melakukan kontak fisik.
Perwakilan DPRD Sulteng komisi IV, Alimuddin, menemui massa aksi setelah kurang dari tiga jam massa aksi berorasi. Pernyataan yang diberikan perwakilan DPRD Sulteng dinilai bertele-tele dan tidak jelas, sehingga massa aksi tidak memahami pernyataan dari perwakilan DPRD tersebut.
Kesepakatan antara polisi dan mahasiswa perwakilan massa aksi sebanyak 50 untuk melakukan negosiasi di dalam kantor DPRD Sulteng, meski sempat terjadi penolakan karena seluruh massa aksi ingin masuk tanpa perwakilan. Sebanyak 50 perwakilan dari himpunan dan lembaga masuk ke dalam gedung dan sisanya tetap menunggu di depan gedung DPRD. Namun, pertemuan tersebut tidak juga memberikan titik terang.
Massa aksi melakukan konferensi pers sebelum meninggalkan gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dengan menyatakan mosi tidak percaya terhadap anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
Reporter : Alpha, B4, Magfira
MUNGKIN KAMU SUKA
HIMASOS MENGADAKAN DISKUSI UMUM MENGENAI KURANGNYA MINAT MAHASISWA DALAM BERORGANISASI
Didorong dari kekhawatiran menurunnya minat mahasiswa untuk ikut berorganisasi, Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMASOS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik…
KESIAPAN UNIVERSITAS TADULAKO MENUJU PTN-BH: ANTARA AMBISI DAN REALITA
Mengubah status Universitas Tadulako (UNTAD) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) memerlukan kesiapan luar biasa, termasuk landasan hukum yang kokoh agar status…
Sunyi Yang Menjawab
Dalam diam aku bertanya
tentang kita yang tak lagi sama.
Jarak yang perlahan tumbuh
di antara dua…
LPM NASIONAL FISIP UNTAD