PEMERINTAHAN BARU TELAH BERJALAN: KEBEBASAN PERS MASIH TERANCAM?

LPM NASIONAL FISIP - OPINI
PEMERINTAHAN BARU TELAH BERJALAN: KEBEBASAN PERS MASIH TERANCAM?

Hari Pers Nasional yang kita peringati setiap tanggal 9 Februari merupakan momentum penting untuk merefleksikan peran pers dalam demokrasi dan mengawal kekuasaan. Pers memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa pemerintahan bertanggung jawab dan transparan. Mereka berfungsi sebagai "watch dog" demokrasi, atau memantau dan mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat.

 

Dalam konteks 100 hari kinerja Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, kita harus bertanya: apakah pemerintahan baru ini telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap kebebasan pers dan demokrasi? Sayangnya, catatan kritis dari Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menunjukkan bahwa pemerintahan baru ini masih memiliki banyak PR untuk memperbaiki kinerjanya dalam hal kebebasan pers dan demokrasi.

 

Beberapa kasus pelanggaran kebebasan pers dan demokrasi yang terjadi selama 100 hari pertama pemerintahan ini, seperti teror dan penindakan terhadap aktivis dan jurnalis, menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa kebebasan pers dan demokrasi dihormati. Misalnya, tindakan represif yang dirasakan oleh jurnalis yang meliput demonstrasi mahasiswa merupakan contoh kecil bahwa pemerintahan masih memiliki kecenderungan untuk membatasi kebebasan pers dan menghambat kritik terhadap kebijakan pemerintah.

 

Oleh sebab itu, kita harus terus mengawal dan memantau kinerja pemerintahan ini untuk memastikan bahwa pemerintah tidak melupakan komitmen mereka saat berkata akan menegakkan demokrasi dan kebebasan bersuara. Hal ini dapat dilakukan dengan terus bersuara akan kebijakan-kebijakan bobrok yang dikeluarkan oleh pemerintah serta mendukung penuh gerakan-gerakan yang sampai saat ini masih melek dan menyuarakan akan ketidakadilan. 

 

Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional, mengingat pentingnya peran pers dalam demokrasi dan mengawal kekuasaan, kita harus terus mengingat bahwa kebebasan pers adalah fondasi demokrasi yang kuat dan bahwa pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab hanya dapat dicapai dengan kebebasan pers yang kuat.

 

Terlepas dari itu, kita juga harus memperhatikan bahwa kebebasan pers tidak hanya tentang kebebasan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga tentang kebebasan untuk mencari dan memperoleh informasi.  

 

Akhir kata, tetap bersuara dan lawan ketidakadilan!

 

Penulis: Ash Lynx

LPM NASIONAL FISIP - OPINI Minggu, 9 Feb 2025 - 8:11 pm

MUNGKIN KAMU SUKA

MENGENAL KEKERASAN BERBASIS GENDER ONLINE (KBGO)

Seiring berkembangnya teknologi sekarang, khususnya akses internet yang ternyata menjadi penyebab banyaknya kasus kekerasan berbasis online. Namun, sebahaya apa sih kekerasan berbasis gender…

LPM NASIONAL FISIP 1 tahun yang lalu
MENGULIK FAKTA TENTANG STRUKTUR PENULISAN FEATURE DALAM JURNALISTIK

Selain opini, hard news, puisi dan beberapa jenis tulisan yang ada dalam jurnalistik. Penulisan feature memberikan gambaran yang berbeda dari beberapa jenis tulisan lainnya dalam…

LPM NASIONAL FISIP 1 tahun yang lalu
TANGGAP BENCANA BANJIR TOJO UNA-UNA, GERAKAN MAHASISWA FISIP (GMF) GELAR AKSI KEMANUSIAAN

[LPM NASIONAL] - Gerakan Mahasiswa FISIP (GMF) turun kembali ke jalan atas bencana banjir yang terjadi pada Minggu (21/01/2024) di Kabupaten Tojo Una-Una.…

LPM NASIONAL FISIP 2 tahun yang lalu