SEMARAK PAWAI OBOR DI PALU, TRADISI TAHUNAN SAMBUT BULAN SUCI

LPM NASIONAL FISIP - UMUM
SEMARAK PAWAI OBOR DI PALU, TRADISI TAHUNAN SAMBUT BULAN SUCI

PALU – Ratusan warga Palu, Sulawesi Tengah, menggelar pawai obor untuk menyambut bulan suci Ramadhan pada Kamis (27/02) Kemarin. Acara dimulai pukul 20:30 WITA di Jalan Balai Kota, dan diikuti oleh peserta dari berbagai usia yang membawa obor sambil berjalan menyusuri jalan utama.


Rute ini di mulai dari Lapangan Vatulemo, kemudian menuju Jalan Veteran, menerus ke Jalan Juanda, melewati Jalan Hasanudin I, kemudian ke Jalan Gajah Mada (Area Pertokoan) dan berakhir di Jalan Sis Al Jufri (Depan Masjid Al-khairaat).

 

Tradisi tahunan ini selalu dinantikan masyarakat sebagai bentuk syiar dan ekspresi kebersamaan dalam menyambut bulan penuh berkah. Sepanjang rute, peserta mengumandangkan shalawat dan takbir, menciptakan suasana religius yang khidmat.

 

Selain sebagai ajang silaturahmi, pawai obor juga menjadi simbol kesiapan masyarakat dalam menyambut Ramadhan dengan semangat dan sukacita. Setelah pawai berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan doa penutup.

 

Dengan penuh kebersamaan, masyarakat Palu kembali menyambut bulan suci Ramadhan dengan harapan dan kebahagiaan. Selamat menyambut Ramadhan, semoga keberkahan selalu menyertai kita semua.

 

Penulis: Andika Nur Hikmah

LPM NASIONAL FISIP - UMUM Jumat, 28 Feb 2025 - 6:04 pm

MUNGKIN KAMU SUKA

Pelakon Sandiwara

Penuh gimik 

Ia hanya ingin dilirik

 

Lihatlah 

Panggungnya berdiri megah 

Disoroti lampu berwarna cerah 

Tapi itu tak lantas membuat karakternya kokoh 

 

Janji awal…

LPM NASIONAL FISIP 3 tahun yang lalu
MENILIK FENOMENA #KABURAJADULU DARI KACAMATA GEN Z

LPM NASIONAL FISIP 1 tahun yang lalu

Tuai Kritik Terhadap Kebijakan PEMKES, Tanggapan Rektor Dinilai Tidak Memuaskan

‎PALU – Guna merespon kritikan aliansi lembaga kemahasiswaan terhadap kebijakan sentralisasi Pemeriksaan Kesehatan (PEMKES), Rektor Universitas Tadulako mengadakan dialog terbuka di Gedung Rektorat…

LPM NASIONAL FISIP 4 bulan yang lalu