Sejarah Imlek: Dulu Terlarang, Kini Dirayakan
Imlek atau Tahun Baru Cina adalah tradisi penting yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Di Indonesia, perjalanan Imlek pernah penuh tantangan. Dulu perayaan ini dilarang dilakukan secara terbuka dan baru bisa dirayakan kembali dengan bebas setelah era Reformasi. Pada masa Orde Baru, pemerintah mengeluarkan aturan yang melarang perayaan tradisi Tionghoa, termasuk Imlek di tempat umum. Akibatnya, banyak warga Tionghoa yang harus merayakan Imlek secara sembunyi-sembunyi. Tradisi yang semestinya penuh sukacita ini seperti kehilangan ruang di negeri sendiri.
Perubahan besar terjadi di tahun 2000, saat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menjadi presiden. Ia mencabut larangan tersebut dan membolehkan masyarakat Tionghoa merayakan Imlek secara terbuka. Gus Dur juga menetapkan Imlek sebagai hari libur untuk umat tertentu, yang kemudian diresmikan sebagai hari libur nasional pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Kebijakan Gus Dur adalah langkah penting untuk merangkul semua budaya di Indonesia. Sekarang Imlek dirayakan dengan meriah oleh banyak orang di berbagai daerah. Barongsai, lampion, dan kue keranjang menjadi bagian yang dinantikan. Perayaan ini bukan lagi milik satu kelompok, tetapi menjadi simbol kebersamaan dan keberagaman bangsa Indonesia.
Selamat Tahun Baru Imlek! Semoga tahun ini membawa kebahagiaan, kedamaian, dan keberuntungan untuk kita semua.
MUNGKIN KAMU SUKA
DEBAT PEMIRA BEM FISIP UNTAD 2023 BERUJUNG RICUH
(23/03/2023) Debat kandidat calon Ketua dan Wakil Ketua…
BEM FISIP KEMBALI DIPERTANYAKAN
Eksistensi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP tengah menjadi sorotan dan pembahasan hangat dalam dunia kemahasiswaan. Meskipun peran serta BEM dalam mewakili mahasiswa, menyuarakan…
Hujan Kenangan
Hujan Kenangan
Terdengar suara rintik hujan,
Setiap rintik bagaikan kenangan.
Mengalir lembut di atas atap,
Mengingatkanku tentang langkahmu yang hilang.
Angin terasa dingin…
LPM NASIONAL FISIP UNTAD