“MEREKA MENYEBUTNYA MELATIH MENTAL”
Di bawah terik matahari pagi kami berdiri sunyi, tak berani bersuara.
Terdengar pekik lantang bak petir di langit tinggi, "Luruskan punggung! Jangan tunduk!, teriak mereka, mengancam tajam bak pisau. Tapi, apakah ini caranya?
Di mata mereka kami bukan kawan, melainkan pion yang harus patuh dan nurut.
Lalu sumpah serapah datang secara bergantian.
Disertai nista dan ejekan yang dibuat skandal, lalu mereka menyebutnya "melatih mental.”
Mereka selalu berlindung di balik kata "pengkaderan", tapi apa artinya?
Jika hati yang dilatih malah jadi rawan?
Apa gunanya tempaan jika yang tertinggal hanyalah dendam dalam balutan kepatuhan?
Di sini kami berdiri, terseok dalam luka, "Ini bukan derita, memang begitu adanya, mental baja harus ditempa" kata mereka yang katanya melatih mental.
Penulis: Dlyay
MUNGKIN KAMU SUKA
Perubahan Aturan Seleksi Masuk PTN 2023
Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) mengubah aturan…
RENDAHNYA INFLASI DI INDONESIA: APA YANG PERLU DIWASPADAI?
LPM NASIONAL FISIP 1 tahun yang lalu
AKSI ALIANSI SULTENG MENGGUGAT
LPM NASIONAL FISIP 1 tahun yang lalu
LPM NASIONAL FISIP UNTAD