“MEREKA MENYEBUTNYA MELATIH MENTAL”
Di bawah terik matahari pagi kami berdiri sunyi, tak berani bersuara.
Terdengar pekik lantang bak petir di langit tinggi, "Luruskan punggung! Jangan tunduk!, teriak mereka, mengancam tajam bak pisau. Tapi, apakah ini caranya?
Di mata mereka kami bukan kawan, melainkan pion yang harus patuh dan nurut.
Lalu sumpah serapah datang secara bergantian.
Disertai nista dan ejekan yang dibuat skandal, lalu mereka menyebutnya "melatih mental.”
Mereka selalu berlindung di balik kata "pengkaderan", tapi apa artinya?
Jika hati yang dilatih malah jadi rawan?
Apa gunanya tempaan jika yang tertinggal hanyalah dendam dalam balutan kepatuhan?
Di sini kami berdiri, terseok dalam luka, "Ini bukan derita, memang begitu adanya, mental baja harus ditempa" kata mereka yang katanya melatih mental.
Penulis: Dlyay
MUNGKIN KAMU SUKA
HIMIP FISIP UNTAD SUKSES GELAR DIES NATALIS KE-22: "GREAT, GROW, AND GLORY"
Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (HIMIP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (UNTAD) dengan sukses merayakan Dies Natalis ke-22 pada Minggu,…
KISAH YANG KELAM TERULANG KEMBALI
Dahulu sekali, aku memiliki sebuah mimpi. Mimpi itu sederhana, yaitu bersekolah hingga S1. Ku jalani cerita di masa sekolahku, mulai dari TK ke SD, SMP…
RIBUAN MAHASISWA SE - KOTA PALU TOLAK RUU PILKADA, BENTROK DENGAN POLISI TERJADI
Ribuan mahasiswa yang tergabung dari berbagai kampus di Kota Palu melakukan demonstrasi menolak Revisi Undang-Undang (RUU) Pilkada di depan Gedung DPRD Provinsi Sulawesi…
LPM NASIONAL FISIP UNTAD