“MEREKA MENYEBUTNYA MELATIH MENTAL”
Di bawah terik matahari pagi kami berdiri sunyi, tak berani bersuara.
Terdengar pekik lantang bak petir di langit tinggi, "Luruskan punggung! Jangan tunduk!, teriak mereka, mengancam tajam bak pisau. Tapi, apakah ini caranya?
Di mata mereka kami bukan kawan, melainkan pion yang harus patuh dan nurut.
Lalu sumpah serapah datang secara bergantian.
Disertai nista dan ejekan yang dibuat skandal, lalu mereka menyebutnya "melatih mental.”
Mereka selalu berlindung di balik kata "pengkaderan", tapi apa artinya?
Jika hati yang dilatih malah jadi rawan?
Apa gunanya tempaan jika yang tertinggal hanyalah dendam dalam balutan kepatuhan?
Di sini kami berdiri, terseok dalam luka, "Ini bukan derita, memang begitu adanya, mental baja harus ditempa" kata mereka yang katanya melatih mental.
Penulis: Dlyay
MUNGKIN KAMU SUKA
Ayat Ayat Kiri
Ideologi kiri selalu berpihak kepada rakyat
Bukan kepada elite oligarki kapitalis
Sudah berapa banyak suara rakyat yang sudah kau bungkam wahai tuan?
Ketika muda…
Memorial G30S PKI: Ingatlah Untuk Tetap Bersatu
Peristiwa G30S PKI adalah babak kelam dalam sejarah bangsa Indonesia yang meninggalkan banyak pelajaran berharga. Pada malam itu, terjadi upaya kudeta yang disertai kekerasan dan…
KEBEBASAN BERSUARA TERANCAM, WARTAWAN TEMPO MENDAPAT KIRIMAN KEPALA BABI
LPM NASIONAL FISIP 1 tahun yang lalu
LPM NASIONAL FISIP UNTAD