Di Ujung Sendiri
Malam enggan beranjak, sunyi menggigit.
Di meja kosong, nasi dingin menanti.
Sendok bergetar dalam genggaman,
Rindu mengalir, membelah keheningan.
Satu piring penuh kesepian,
Tanpa tawa, tanpa pelukan.
Di ujung fajar, bayang-bayang berlari,
Menghantui langkah, meski hati berusaha berdiri.
Sahur ini, seperti mimpi buruk,
Tanpa kasih orang tua, hanya pilu membekas.
Dalam kesunyian, kutemukan diri,
Namun hampa, tanpa air mata mengalir.
Penulis: Anatya
MUNGKIN KAMU SUKA
Dinilai Memberatkan, Aliansi Mahasiswa Untad Turun Menolak Kebijakan Wajib Tes Kesehatan
Aksi demonstrasi aliansi mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) dalam menolak regulasi tes kesehatan mahasiswa baru Untad, bersama dimulai dari depan pintu gerbang Universitas Tadulako…
PERINGATAN 16 HARI ANTI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN MENINGKATNYA KASUS FEMISIDA DI INDONESIA
Setiap tahun, kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan menjadi momen penting untuk mengingatkan dunia tentang kekerasan berbasis gender dan perjuangan panjang untuk menghapuskan kekerasan…
Fisip Bersuara
Ketua panitia
Acara dibuat bem fisip ini tujuannya apa??
Untuk kegiatan ini dibuat sebenarnya saran dari hmj ukm bem disini sebagai fasilitator berkolaborasi dengan hmj…
LPM NASIONAL FISIP UNTAD