Cahaya Di Senja Yang Meranggas
Ada senja yang meranggas perlahan,
Menyisakan jejakmu di udara.
Aku masih mencari cahaya,
Dari tawa yang pernah kita rajut bersama.
Kau adalah kenangan indah,
Namun tak bisa kurengkuh kembali.
Jarak bukan hanya tentang ruang,
Tapi tentang hati yang tak lagi bertaut.
Di setiap langkah,
Aku berbisik śāntiḥ untukmu,
Meski aku sendiri terbenam dalam sunyi.
Aku kehilanganmu,
Seperti kehilangan rumah yang pernah kutemukan dalam tatapmu.
Jika suatu saat semesta berbelas kasih,
Dan jalan kita kembali bertemu,
Biarlah aku menyapamu dalam senyum.
Tanpa menuntut balas,
Karena cinta sejati adalah tyāga.
penulis : Varṣacālya
MUNGKIN KAMU SUKA
Ayat Ayat Kiri
Ideologi kiri selalu berpihak kepada rakyat
Bukan kepada elite oligarki kapitalis
Sudah berapa banyak suara rakyat yang sudah kau bungkam wahai tuan?
Ketika muda…
Serukan Sembilan Tuntutan, GMU Dan Rektor Untad Tidak Menemui Titik Terang
Ganyang mafia kampus, tindak tegas seluruh indikasi pelanggaran di Universitas Tadulako (Untad). Isu sentral yang disuarakan oleh seluruh mahasiswa Untad yang membentuk Gerakan Mahasiswa Untad…
Sahur Pertama Tanpa Ibu
Dalam perjalanan menuju dewasa, ada saja keadaan yang harus diterima meskipun sama sekali tidak diinginkan. Apalagi untuk pendidikan, ada banyak hal yang terpaksa harus dikorbankan.…
LPM NASIONAL FISIP UNTAD