Cahaya Di Senja Yang Meranggas
Ada senja yang meranggas perlahan,
Menyisakan jejakmu di udara.
Aku masih mencari cahaya,
Dari tawa yang pernah kita rajut bersama.
Kau adalah kenangan indah,
Namun tak bisa kurengkuh kembali.
Jarak bukan hanya tentang ruang,
Tapi tentang hati yang tak lagi bertaut.
Di setiap langkah,
Aku berbisik śāntiḥ untukmu,
Meski aku sendiri terbenam dalam sunyi.
Aku kehilanganmu,
Seperti kehilangan rumah yang pernah kutemukan dalam tatapmu.
Jika suatu saat semesta berbelas kasih,
Dan jalan kita kembali bertemu,
Biarlah aku menyapamu dalam senyum.
Tanpa menuntut balas,
Karena cinta sejati adalah tyāga.
penulis : Varṣacālya
MUNGKIN KAMU SUKA
RENDAHNYA INFLASI DI INDONESIA: APA YANG PERLU DIWASPADAI?
LPM NASIONAL FISIP 1 tahun yang lalu
Etika Jabatan: Bukan Sekadar Maaf, Tapi Introspeksi
Insiden seorang pejabat yang melontarkan ucapan merendahkan terhadap jurnalis adalah cermin retaknya etika komunikasi birokrasi kita. Terlepas dari unsur kesengajaan atau…
SKAYA & LANGIT
LPM NASIONAL FISIP 1 tahun yang lalu
LPM NASIONAL FISIP UNTAD